TIM Robot Mask

Peserta lomba kontes robot diPENS perwakilan dari MA YKUI Maskumambang.

Selamat Datang Di MA YKUI Maskumambang

Foto depan kantor MA YKUI Maskumambang.

Pramuka MA YKUI Maskumambang

Alhamdulillah telah tahun ini telah berhasil kembali meraih juara 1 lagi...

MPK Oleh Temen2 Alumni

Suasana MPK di Aula Putri MA YKUI Maskumambang, Berlangsung Meriah.

Baksos di Desa Baron Dukun Gresik

Saling Berbagi Bersama Anak Yatim dan Anak kurang mampu.

Senin, 30 November 2020

PERSMAS: Gebrakan Baru Gerakan Jurnalistik di MA YKUI Maskumambang

Ketertarikan dan gairah baca-tulis siswa perlu ditumbuh-kembangkan. Hal ini merupakan bagian dari program literasi madrasah yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta sejalan dengan Kementerian Agama Republik Indonesia. Di madrasah yang berslogan sekolah islami dan sekolah prestasi ini, kegiatan literasi berjalan tanpa henti. Terus melejit dan mewarnai kegiatan sehari-hari.

Dalam upaya mensukseskan program literasi tersebut, MA YKUI Maskumambang mendirikan PERSMAS, organisasi jurnalis madrasah, sebagai wadah pembelajaran murid madrasah aliyah guna memberikan wawasan, keilmuan, dan pengalaman praktis terakait jurnalistik. Organisasi yang tak terpisah dari aktivitas baca-tulis. Melalui organisasi ini, kegiatan baca-tulis siswa diharapkan dapat ter-upgrade secara optimal.

        


    Organisasi ini digagas oleh Bpk. Ali Rosyidi, M.Pd selaku wakil kepala madrasah bagian kurikulum. Beliau memilih tiga orang murid kelas 12 guna menjadi formatur dan mempersiapkan berdirinya organisasi jurnalistik di MA YKUI Maskumambang. Tiga orang tersebut adalah Nasikhul Ikhwan, Muhammad Dimas Romadhoni, dan Muhammad Ragil Firdaus. Satu bulan setelah diutusnya tiga murid tersebut, PERSMAS akhirnya dapat diresmikan oleh Bpk. Afifuddin Aminin, S.Ag., M.Pd.I selaku kepala MA YKUI Maskumambang di ruang rapat Pondok Pesantren Maskumambang (30/11/20). Dalam peresmiannya beliau mengungkapkan rasa syukur dan menyatakan akan memberi dukungan penuh kepada PERSMAS. “Kalau kalian minta kertas satu rim, akan kami beri satu dus. Kalau kalian minta tinta satu botol, akan kami beri tiga botol!” ujar Pak Afifuddin bersemangat. PERSMAS beranggotakan 18 murid aliyah dan dipimpin oleh Abdullah Kafabih. Dalam pidato sambutan ketua baru, Kafabih mengharapkan agar seluruh anggota PERSMAS dapat memahami dan mematuhi kode etik jurnalistik yang berlaku bagi semua anggota.

            Acara ini merupakan kali pertama digelar dan menjadi organisasi baru di MA YKUI Maskumambang, serta menjadi kebanggaan bagi kami staff  PERSMAS masa periode 2020/2021, wabil khusus  Bapak Ali Rosyidi dan tiga orang formatur selaku penggagas dan penggerak berdirinya. Kesuksesanlah yang menjadi harapan kami selaku staff PERSMAS periode 2020/2021. Dan semoga dengan berdirinya organisasi baru ini, dapat meningkatkan minat baca dan tulis para murid madrasah aliyah, terutama di bidang jurnalistik, dan semoga dapat terus berlanjut & berkembang dari periode ke periode. Selamat dan semangat berkarya, rek!  (Ade Rius Iman, Penulis/Reporter)

Selasa, 03 November 2020

Aksi Bela Islam; Murid MA YKUI Maskumambang Gresik Kecam Presiden Prancis di Gedung Madrasah

 Pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, bahwa ia tidak akan melarang pencetakan karikatur Nabi Muhammad SAW menyulut api emosi umat islam dunia. Ia bahkan menyampaikan bahwa pencetakan itu merupakan kebebasan ekspresi. Tentu, statemen ini memicu kontroversi yang berdampak munculnya berbagai aksi pengecaman orang nomor satu di Prancis itu. Bahkan, sampai pada pemboikotan produk-produk negera tersebut.

Tidak ketinggalan, pagi ini (04/11/2020) civitas MA YKUI Maskumambang turut andil dalam aksi pengecaman itu. Seluruh murid di madrasah ini, dengan semangat yang menggelora secara tegas dan lantang menyampaikan protes dan perlawanan atas pernyataan presiden Prancis yang dinilai anti-islam dan menghina Islam sebelum pelajaran dimulai.

Demonstrasi  yang juga bertujuan memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya ghiroh berjuang demi Izzul Islam wal Muslimin itu dilaksanakan di depan Gedung Banin Terpadu MA YKUI Maskumambang dan tetap melaksanakan protokol kesehatan. Tidak seperti aksi umumnya yang dilakukan di sekitar kedutaan besar Prancis untuk Indonesia, atau di sekitar Gedung pemerintah baik daerah maupun negara.

Kegiatan demonstrasi tersebut dimulai pada pukul 07.00 dan dibuka dengan orasi yang disampaikan oleh Kepala Madrasah, Ust. Afifuddin, S.Ag., M.Pd.I., yang menekankan tentang sikap yang seharusnya ditunjukkan sebagai seorang muslim ketika ada seseorang atau golongan yang menghina agama Islam dan Nabi Muhammad SAW. Dilanjutkan orasi kedua oleh Ust. Choirul Azmi,S.Hum selaku guru mata pelajaran sejarah MA YKUI Maskumambang. Di orasi kedua ini, guru lulusan Universitas Airlangga ini, dengan lengan baju dilingkis dan berapi-api, menyampaikan  genersi muda saat ini terlena atas segala kenikmatan modernisasi hingga kurang sensitif mengenai isu nasional bahkan internasional, terutama tentang identitas keislamannya. Cenderung pasif dan tidak visioner.

Sebagai penutup orasi, Ust. Ahmad Sholihan, S.Pd., M.Si.,  selaku Direktur Pendidikan Yayasan kebangkitan Umat Islam Pondok Pesantren Maskumambang Gresik menekankan bahwasanya aksi demonstrasi ini merupakan ABI (aksi bela islam) yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim. Setiap muslim wajib menentang dan melakukan perlawanan atas pelecehan dan penghinaan terhadap Islam, termasuk terhadap Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan demonstrasi yang berdurasi 30 menit tersebut bertujuan menumbuhkan rasa cinta Agama dan Nabi Muhammad SAW. Serta mengedukasi siswa agar dapat bersikap tegas terhadap penghina agama dan Rasulullah. “Kegiatan demo ini kita lakukan untuk mengedukasi siswa dalam memperjuangkan harga diri agama Islam, serta agar tertanam rasa cinta terhadap agama Islam dan Rosulullah SAW.” Tutur Kepala madrasah saat ditemui reporter PresMA di ruang kerja. “ Emmanuel Macron, Presiden Prancis itu wajib meminta maaf kepada umat muslim di seluruh dunia atas pernyataannya dan tindakannya karena bisa menimbulkan ketidakharmonisan antar umat beragama dan merusak perdamaian dunia” pungkasnya mengakhiri wawancara. (Abdullah Kafabih/PresMA)

 

Senin, 02 November 2020

TESTIMONI ALUMNI

“Suntikan motivasi nilai-nilai intelektual, spiritual, dan emosional yang diberikan para asatidz di madrasah sangat membantu saya untuk meraih cita-cita. Really proud of being a part of MA YKUI Maskumambang


Hafsah
Jurusan Kedokteran – UPN Veteran Jakarta

 

 

Taken MoU TOAFL, MA YKUI Maskumambang Gresik Siap Go Internasional

 

MA YKUI Maskumambang melaksanakan tes bahasa Arab berstandar internasional atau Test of Arabics as a Foreign Language (TOAFL) pada hari Senin 26 Oktober 2020. Pelaksanaan TOAFL ini bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Bahasa Asaing (PPBA) Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Imam Syafi’I Jember yang juga menyepakati adanya MoU untuk mengikat kerjasama dalam pelaksanaan TOAFL yang akan datang.

Kegiatan tersebut bertempat di aula utama Maskumambang dan diikuti oleh murid MA YKUI Maskumambang jurusan keagamaan baik putra maupun putri. Selain itu, beberapa guru yang mengikuti jalannya acara juga terlihat turut mengerjakan soal TOAFL yang diberikan oleh Pusat Pengembangan Bahasa Asing (PPBA) STID Imam Syafi’I Jember. “TOAFL ini menjadi standar ukur kemampuan bahasa Arab mahasiswa di kampus dan digunakan sebagai syarat kelulusan. Bahkan, untuk melamar beasiswa baik dalam maupun luar negeri.” Papar Ustadz Sabilul Muhtadin, Lc., M.H.I, ketua PPBA STID Imam Syafi’I Jember.

Acara dimulai pada pukul 08.30 WiB dengan sambutan Ust. Afifuddin, S.Ag., M.Pd.I selaku kepala  MA YKUI Maskumambang, dan diikuti dengan penandatanganan kontrak MoU yang menjamin adanya tes berikutnya di kemudian hari. Lalu acara dilanjutkan dengan penjelasan singkat mengenai profil penyelenggara TOAFL, yaitu PPBA STID Imam Syafi’I  Jember. Di antara penjelasannya adalah; STDI memiliki alat tes bahasa arab sendiri yang berstandar seperti TOAFL, sehingga hasil tes yang dikeluarkan STID  Imam Syafi’I Jember juga dapat dimanfaatkan untuk masuk ke perguruan tinggi. Setelah menjelaskan mengenai profil penyelenggara tes, pengarahan untuk pengerjaan soal pun akhirnya dijelaskan. Dan para murid akhirnya mengerjakan tes dalam rentang waktu 09.30 sampai adzan dzuhur berkumandang.

Diharapkan, dengan adanya kontrak kerjasama ini, MA YKUI Maskumambang bisa melaksanakan kegiatan ini secara berkelanjutan tidak hanya pelaksanaan TOAFL tetapi juga Dauroh Bahasa Arab guna mempersiapkan murid yang ingin melanjutkan di LIPIA dan Timur Tengah. Saat ini ada beberapa alumni MA YKUI Maskumambang yang sedang menempuh pendidikan tinggi di Al Azhar Kairo Mesir, Universitas Islam Madinah Saudi Arabia, dan Universitas Internasional Afrika. “ini merupakan upaya madrasah untuk memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik kepada murid.” Pungkas kepala madrasah yang juga mahir berbahasa Arab, alumni LIPIA Jakarta. (Ragil Firdaus/PersMA)